Kamis, 04 Februari 2016

Perbedaan Honda Revo dan Honda BladePerbedaan Honda Revo dan Honda Blade

Maraknya perkembangan model dan teknologi yang disematkan pada setiap varian motor Honda membuat kita kebingungan dalam memilih motor Honda yang sesuai dengan kebutuhan.
Untuk itu kami akan memberikan informasi mengenai perbedaan-berbedaan dan teknologi yang diunggulkan pada motor tersebut.
Kali ini kami akan membahas perbedaan pada tipe Honda Revo dan Honda Blade. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Segmentasi

Tipe Honda Revo biasanya digunakan untuk kendaraan operasional baik untuk perusahaan maupun pribadi.
Motor ini cocok digunakan bagi anda pria dan wanita modern yang bergaya hidup aktif, menyukai bentuk motor yang ramping dengan striping tajam serta mereka yang berorientasi fungsional dan ekonomis.
Sedangkan untuk tipe Blade biasanya digunakan oleh anak muda dengan jiwa muda yang sporti serta menginginkan kendaraan harian yang efisien serta fungsional. Tipe Honda Blade sendiri dilengkapi dengan striping motoGP.

2. Spesifikasi Mesin & Konsumsi Bahan Bakar

Tipe Motor Honda Revo Honda Blade
Kapasitas mesin 110 CC 125 CC
Daya maksimum 6,56 kW (8,91 PS) / 7.500 rpm 7,40 kW (10,1 PS) / 8.000 rpm
Torsi maksimum 8,76 Nm (0,89 kgf.m) / 6.000 rpm 9,30 Nm (0,95 kgf.m)/ 4.000 rpm
Perbandingan kompresi 9,3 : 1 11 : 1
Konsumsi Bahan Bakar 1 liter: 62,2 km 1 liter: 61,8 km

3. Desain Body

Tipe Revo Fi mengusung desain tajam dan ramping. Dengan garis bodi tajam yang berkarakter dinamis dan berkesan lebih sporty. Serta ukuran body lebih ramping dan stylish sehingga mudah dikendalikan terutama pada kondisi macet. Motor ini tampil keren dan nyaman dikendarai.
Dan untuk tipe Blade 125 R mengusung desain sporty dan dinamis. Dengan garis-garis tegas dan tajam, tampil lebih sporty sehingga tampilan lebih berkarakter dan bergaya motor sport besar Honda. Serta dapat menunjang penampilan motor dan percaya diri pengendara.
Perbandingan Dimensi Motor
Tipe Motor Honda Revo Honda Blade
Panjang x Lebar x Tinggi 1.919 x 709 x 1.080 mm 1.902 x 707 x 1.103 mm
Jarak Sumbu Roda 1.227 mm 1.235 mm
Jarak Terendah ke Tanah 135 mm 136,5 mm
Berat kosong 97,5 kg 106 kg

4. Teknologi Dan Fitur

Untuk tipe Revo FI yang terbaru mempunyai fitur berikut :
  • Lampu depan tunggal dilengkapi dengan multireflektor sehingga cahaya lebih terang
  • Menggunakan teknologi Injeksi sehingga pemakaian bensin lebih irit dan perawatan lebih mudah
  • Bagasi serba guna dapat menampung beban maksimum 7 liter
  • Kapasitas tangki bahan bakar lebih besar dari tipe sebelumnya yaitu 4 liter dan terdapat alas untuk menempatkan tutup tanki sementara saat mengisi bahan bakar
  • Semua tipe Revo FI menggunakan rem cakram pada roda depan dan rem tromol untuk roda belakang
  • Terdapat Secure Key Shutter yaitu Sistem penguncian bermagnet yang kuat dan nyaman, mengurangi resiko pencurian. Sistem ini tidak berlaku untuk tipe Revo FI FIT
Untuk tipe Blade yang terbaru mempunyai fitur berikut :
  • Lampu depan ganda (dual keen-eyes) sehingga cahaya lebih terang dan sinar lebih luas
  • Untuk tipe Blade 125 S FI menggunakan rem cakram pada roda depan dan rem tromol untuk roda belakang. Sedangkan untuk tipe Blade 125 R FI dan Blade 125 Repsol FI sudah menggunakan rem cakram untuk roda depan dan belakang
  • Menggunakan teknologi Injeksi sehingga pemakaian bensin lebih irit dan perawatan lebih mudah
  • Bagasi serba guna dapat menampung beban maksimum 7,3 liter
  • Kapaitas tangki bahan bakar lebih besar dari tipe sebelumnya yaitu 4 liter dan terdapat alas untuk menempatkan tutup tanki sementara saat mengisi bahan bakar
  • Terdapat Secure Key Shutter yaitu Sistem penguncian bermagnet yang kuat dan nyaman, mengurangi resiko pencurian

Kesimpulan

Berikut adalah tabel kesimpulan kami akan perbedaan Honda Revo & Honda Blade.
Tipe Motor Honda Revo Honda Blade
Kapasitas Mesin 110 CC 125 CC
Lampu Depan Tunggal Multireflektor Ganda (Dual Keen-Eyes)
Kapasitas Bagasi 7 Liter 7,3 Liter
Kapasitas Tangki Bahan Bakar 4 Liter 4 Liter
Konsumsi Bahan Bakar 1:62,2 1:61,8
Pengereman Cakram untuk roda depan dan rem tromol untuk roda belakang Cakram untuk rodak depan dan belakang
Semoga pembahasan ini dapat bermanfaat untuk anda, terutama bagi anda yang sedang bingung memilih antara tipe Honda Revo dan Honda Blade.

Spesifikasi dan Keunggulan mesin Honda Blade 110Spesifikasi dan Keunggulan mesin Honda Blade 110r

Kali ini Gue harus mengakui, Honda Blade 110R ini memang benar-benar bebek Honda yang revolusioner. Model baru ini ditunjang dengan type engine yang memang benar-benar baru dengan desain mesin yang up to date alias modern, bahkan konsep mesinnya adalah efisien. Baik secara performa maupun proses manufakturingnya. Oke kita lihat spesifikasinya terlebih dahulu:
mesin belah blade 110r.jpg
SPESIFIKASI TEKNIK BLADE 110R
Tipe mesin                          : 4 langkah SOHC
Pendingin                           : Udara
Diameter x stroke           : 50 x 55,6 mm
Displacement                    : 109,1 cc
Tenaga maksimum          : 8,66 dk/7000 rpm
Torsi                                      : 8,42 Nm/5.500 rpm
Kompresi rasio                  : 9 : 1
Karburator                          : Keihin venturi 17
Kopling                                 : Basah, diafragma & sentrifugal
Pengapian                            : DC CDI
Dengan rancang bangun mesin yang memiliki konsep efisiensi baik secara performance maupun efisien pada tahap produksi, maka beberapa part-engine ini dirancang khusus. Diharapkan mesin rancangan baru ini akan memiliki efisiensi mesin yang tinggi dalam artian performa handal dengan input yang minim, input disini berarti juga konsumsi bahan bakar yang rendah / irit.
Untuk mendapatkan mesin  yang memiliki efisiensi mesin yang tinggi/baik ini, hal paling dasar yang diperhatikan Enginier Honda Japan (mesin type baru ini dirancang langsung dari Jepang) adalah bagaimana menekan gaya gesek yang ada pada mesin motor. Beberapa cara dilakukan untuk mengurangi friksi yang terjadi pada beberapa komponen mesin yang selalu bergerak dengan kecepatan tinggi.
Nah coba kita ulas satu per-satu, oke;
ROLLER ROCKER ARM
bedah-blade-a1-3

Head cylinder dengan tutup lebar untuk mempermudah penyetelan  valve, sudah seperti pada Vario atau Beat. Untuk mengurangi gesekan antara kem dengan pelatuk, rocker-arm sudah dipasangi roller seperti pada Yamaha Jupiter MX. Dengan adanya roller tadi maka gesekan yang terjadi antara noken as dengan pelatuk rocker-arm akan berkurang.Sehingga terjadilah efisiensi mekanis atau minimalisasi gesekan/friksi. Dengan berkurangnya gesekan, mesin semakin enteng berputar, tenaga lebih besar, konsumsi bahan bakar lebih irit dan yang pasti panas di sektor ini akan berkurang jauh, itulah sebabnya tidak perlu lagi adanya sirip-sirip pendingin pada bagian head cylinder ini. Sistem roller rocker-arm ini juga bikin buka-tutup klep lebih presisi, sehingga kompresi real pada dapur pacu akan maksimal. Inilah yang menyebabkan tenaga/performa mesin yang besar.
PISTON PENDEK & RINGAN
Piston dibuat lebih  ringan. Caranya panjang piston dibuat lebih pendek. Persis seperti desain piston Honda Beat. Jadi, bidang gesekan akan semakin sempit dan otomatis gesekan antara dinding silinder dan dinding piston akan berkurang banyak.
Untuk memperingan gesekan pin piston dibikin offset. Artinya posisi pin piston tidak di tengah-tengah diameter piston. Namun digeser sedikit supaya gaya resultan piston yang menekan stang piston tidak langsung tepat mengenai pusat crankshaft. Alhasil putaran crankshaft akan lembut dan semakin ringan karena gesekan pada dinding cylinder / liner juga berkurang.
Body piston dilengkapi lubang oli. Oleh pihak Honda, lubang oli ini biasa disebut oil-jet. Terutama pada alur ring oli. Maksudnya supaya aliran pelumas lancar lewat lubang itu. Ini juga yang bikin piston awet dan licin sehingga gesekan juga berkurang.
CRANKCASE OFFSET
Ketika piston berada di TMA (Titik Mati Atas), titik tengah pin kruk as dengan titik tengah pin piston tidak sejajar. Fungsinya tentu untuk  memperlancar putaran crankshaft dengan cara memberikan awalan momen gaya pada pin kruk as sekaligus mengurangi gesekan piston dengan liner ketika naik-turun di dalam silinder. Ini sepaket dengan Offset Pin Piston.
Selain itu, terjadinya gesekan sangat besar bila piston menonjok liner pada fase naik menuju TMA. Di motor dulu yang tidak dilengkapi crankcase offset, liner kerap cekung akibat ditonjok piston berkali-kali. Akibatnya gesekan akan semakin besar dengan semakin cekungnya liner.
Dengan penggunaan metode ini pada mesin Blade 110R, maka getaran akibat mesin akan lebih rendah. Selain didapat suara mesin yang lebih halus, rasa tidak nyaman pengendara akibat vibrasi mampu dielimir sistem offset.
KOPLING SISTEM MATAHARI
Masih dalam rangka memperkecil gesekan sekaligus untuk menghasilkan akselerasi yang jempolan, kopling Blade 110R berbeda dengan generasi C-Series. Sistem kampas kopling tidak seperti dulu yang dilengkapi 4 pegas spiral. Sekarang seperti di mobil yang manganut sistem matahari atau pegas diafragma. Kopling sistem matahari ini selain lentur juga mampu menekan kampas lebih merata. Bahkan sistem kampas kopling ikut dibenahi. Kini hanya memakai tiga lembar. Sehingga tidak menimbulkan banyak selip. Karena semakin banyak jumlah kampas kopling pada tipe kampas kopling basah akan lumayan menyumbang terjadinya slipper.
OVERSTROKE TORSI LEBIH GEDE
Jika melihat diameter x stroke yaitu 50 x 55,6 mm. Termasuk mesin overstroke atau lebih panjang langkah piston dibanding diameter.
Sistem mesin yang menganut konfigurasi Overstroke  mampu mendongkrak torsi gede pada rpm bawah. Lihat saja dari spesifikasi tekniknya. Torsi 0,86 kgf.m (8,42 Nm) pada 5.500 rpm. Lumayan dashyat untuk mesin 110cc yang diklaim irit.
Yang paling luar biasa adalah dengan desain mesin modern yang beraspek pada efisiensi di dalam proses produksi, maka lead time produksi, production process, dan biaya produksi akan lebih rendah.
Ujung-ujungnya ke HPP/unit akan lebih rendah, tergantung mau untung lebih banyak atau keuntungan ini akan di share ke konsumen.

Tanpa Karet di Tutup Head Honda Blade, Mesin Jadi Tak Mudah Panas

Honda Blade di road race dikeluhkan mudah panas. Salah satu yang tertuduh adalah tutup head silinder. Tidak bisa membuang panas secara maksimal.

Beberapa merek sudah meluncurkan tutup head untuk Honda Blade. Kini muncul lagi tutup Honda Blade yang dipakai di Honda Blade milik tim Honda Banten.
Sudah dilengkapi lubang nafas
Tapi, ini beda dari sebelumnya. Tutup head yang dipakai di pacuan Gerry Laurent ini tidak dilengkapi karet di sambungan antara head dan blok silindernya.

Tanpa karet jadi menguntungkan. “Panas dari head bisa mengalir ke tutupnya. Sehingga tidak overheat,” jelas Sartogu Monte, mekanik Honda Banten.

Monte pantau dari data logger. “Sebelum menggunakan tutup baru ini, terpantau suhu mesin 140C. Sekarang hanya 127C. Sensor data logger terpasang di blok,” jelas Monte.

Namun menggunakan tutup baru ini harus bersama headnya. Karena tutup baru ini baut pengikatnya ada empat. Terikat di masing-masing pojoknya. Seperti di Honda GL.

Menurut Monte, produk keluaran Taiwan ini sebenarnya dalam pemasangan klepnya dilakukan di BRT-Bintang Racing Team. “Namun tanpa pengelasan karena head masih buta dan porting sudah dibuat lurus,” jelas Monte.

Tanpa pengelasan, membuat struktur logam tidak berubah. “Ini sebenarnya yang juga jadi latar belakang head ini dibuat,” jelas mekanik asal Medan ini. (motorplus-online.com)

Tes Tutup Head Honda Blade, Buang Panas Lebih Banyak

Honda Blade kerap koek di balap. Salah satunya diprediksi karena mudah panas atau overheat. Panas dari ruang bakar tidak lancar terbuang dari kepala silinder.


Head silinder Honda Blade dilengkapi tutup. “Panas dari mesin tidak bisa disalurkan tutup head itu,” jelas Benny Djatiutomo dari Astra Racing Team yang ketemu tahun lalu di Asia Road Racing Championship, Sentul.

Tutup head standar, supaya tak bocor dilengkapi sil karet. Begitupun lubang baut dilengkapi sil karet. “Karena karet ini, panas dari kepala silinder tidak bisa sempurna dialirkan menuju tutup head,” jelas Benny.

Solusinya, Tomy Huang dari Bintang Racing Team mendesain tutup head. “Tidak hanya dilengkapi sirip. Tapi, sil karet diganti material khusus. Tanpa sil karet tapi sanggup menutup rapat,” jelas Tomy Huang.

Agar presisi, pengerjaan dilakukan di PT Chemco Harapan Nusantara. Selama ini membuat komponen rem Nissin dan pelek. Menggunakan machining canggih serba komputer.

Namun tidak bisa langsung percaya, supaya jelas mari diuji bersama. Dengan termometer infrared. Menggunakan alat pengukur panas ini, bisa difoto secara keseluruhan peta panas mesin.
Kanan yang standar tanpa sirip pendingin.
Menggunakan thermometer infra merah, panas atau suhu mesin bisa terlihat dari warna gambar hasil scan atau foto. Tentunya sebelum discan, mesin dijalankan di sirkuit sampai mencapai suhu maksimal.

Dari sana bisa dianalias. Dari gambar terlihat, ketika masih menggunakan cover standar sebelah kiri. Warna tutup head dominan kebiruan, suhunya rendah atau tidak terlalu panas.

Suhu cover head standar rendah karena panas dari kepala silinder tidak bisa menyebar sempurna. Lantaran terhalang oleh sil dan o-ring karet.

Berbeda dengan ketika menggunakan cover head Supersink (kanan). Warna hasil scan tutup head Supersink ketika mesin sudah panas jadi dominan kuning. Menandakan tutup head Supersink lebih panas dari standar.

Berarti menggunakan head Supersink penyebaran panasnya lebih merata. Tidak terhalang oleh sil dan o-ring karet. Sehingga panas mudah dibuang ke udara lewat tutup head Supersink.

Lebih detail mari lihat pada titik tertentu. Ketika menggunakan head standar, perhatikan Sp5 sebagai sumber panas yang dekat ruang bakar. Perhatikan daerah penyebaran awal yang terjadi di baut tutup cover yang bersentuhan langsung dengan head.

Tepatnya di titik Sp1, ketika menggunakan cover standar suhunya 60 celcius. Tapi, setelah menggunakan Supersink, 56 derajat celcius. Artinya panas baut lebih rendah karena panasnya langsung tersalur menuju tutup head.

Perhatikan lagi panas di tutup head (SP4). Ketika masih cover original 37,9° celcius. Tapi, setelah pakai Supersink 51 celcius. Artinya menggunakan Supersink, panas dari kepala silinder lebih cepat merambat ke tutup tutup head 34%. Cepat dibuang ke udara.  (motorplus-online.com)

anpa Karet di Tutup Head Honda Blade, Mesin Jadi Tak Mudah Panas

honda Blade di road race dikeluhkan mudah panas. Salah satu yang tertuduh adalah tutup head silinder. Tidak bisa membuang panas secara maksimal.

Beberapa merek sudah meluncurkan tutup head untuk Honda Blade. Kini muncul lagi tutup Honda Blade yang dipakai di Honda Blade milik tim Honda Banten.
Sudah dilengkapi lubang nafas
Tapi, ini beda dari sebelumnya. Tutup head yang dipakai di pacuan Gerry Laurent ini tidak dilengkapi karet di sambungan antara head dan blok silindernya.

Tanpa karet jadi menguntungkan. “Panas dari head bisa mengalir ke tutupnya. Sehingga tidak overheat,” jelas Sartogu Monte, mekanik Honda Banten.

Monte pantau dari data logger. “Sebelum menggunakan tutup baru ini, terpantau suhu mesin 140C. Sekarang hanya 127C. Sensor data logger terpasang di blok,” jelas Monte.

Namun menggunakan tutup baru ini harus bersama headnya. Karena tutup baru ini baut pengikatnya ada empat. Terikat di masing-masing pojoknya. Seperti di Honda GL.

Menurut Monte, produk keluaran Taiwan ini sebenarnya dalam pemasangan klepnya dilakukan di BRT-Bintang Racing Team. “Namun tanpa pengelasan karena head masih buta dan porting sudah dibuat lurus,” jelas Monte.

Tanpa pengelasan, membuat struktur logam tidak berubah. “Ini sebenarnya yang juga jadi latar belakang head ini dibuat,” jelas mekanik asal Medan ini. (motorplus-online.com)nda Blade di road race dikeluhkan mudah panas. Salah satu yang tertuduh adalah tutup head silinder. Tidak bisa membuang panas secara maksimal.

Beberapa merek sudah meluncurkan tutup head untuk Honda Blade. Kini muncul lagi tutup Honda Blade yang dipakai di Honda Blade milik tim Honda Banten.
Sudah dilengkapi lubang nafas
Tapi, ini beda dari sebelumnya. Tutup head yang dipakai di pacuan Gerry Laurent ini tidak dilengkapi karet di sambungan antara head dan blok silindernya.

Tanpa karet jadi menguntungkan. “Panas dari head bisa mengalir ke tutupnya. Sehingga tidak overheat,” jelas Sartogu Monte, mekanik Honda Banten.

Monte pantau dari data logger. “Sebelum menggunakan tutup baru ini, terpantau suhu mesin 140C. Sekarang hanya 127C. Sensor data logger terpasang di blok,” jelas Monte.

Namun menggunakan tutup baru ini harus bersama headnya. Karena tutup baru ini baut pengikatnya ada empat. Terikat di masing-masing pojoknya. Seperti di Honda GL.

Menurut Monte, produk keluaran Taiwan ini sebenarnya dalam pemasangan klepnya dilakukan di BRT-Bintang Racing Team. “Namun tanpa pengelasan karena head masih buta dan porting sudah dibuat lurus,” jelas Monte.

Tanpa pengelasan, membuat struktur logam tidak berubah. “Ini sebenarnya yang juga jadi latar belakang head ini dibuat,” jelas mekanik asal Medan ini. (motorplus-online.com)

Honda Blade Tidak StabilHonda Blade Tidak Stabil

Jakarta -Hallo detikOto, motor saya Honda Blade, Honda Blade saya tidak stabil. Saya sudah mengganti kopstir, as shock depan, sudah berkali-kali pres segitiga tetapi kenapa masih saja setiap jalan motor ini miring, goyang dan bergetar. Mohon solusinya.

Terima kasih
Erwin Zulfikar

Jawaban:

Selamat pagi Bro Erwin, menanggapi yang disampaikan kepada kami via email tentang keluhan yang ada di sepeda motor Honda Blade. Ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan motor terasa narik ke kanan atau kiri dan bergetar.

Misalnya, poros roda depan bengkok, pelek oleng, pemasangan roda kurang benar, lahar roda aus, fork depan bengkok, kapasitas oli shock tidak sama atau bisa juga karena rangka yang bengkok.

Apakah motor sudah pernah jatuh? Kalau iya, kemunginan ada bagian rangka yang tidak center sehingga roda depan dan belakang tidak center yang akibatnya saat dipakai berkendara akan terasa nge-banting, untuk perbaikannya harus dilakukan press body.

Jadi kami sarankan, dibawa ke bengkel Ahass untuk pengecekan lebih lanjut dan kemudian diperbaiki sesuai kerusakan.

Demikian jawaban saya semoga bermanfaat Bro Erwin, dan tetap safety riding.

Andriyanto-Bintang MotorJakarta -Hallo detikOto, motor saya Honda Blade, Honda Blade saya tidak stabil. Saya sudah mengganti kopstir, as shock depan, sudah berkali-kali pres segitiga tetapi kenapa masih saja setiap jalan motor ini miring, goyang dan bergetar. Mohon solusinya.

Terima kasih
Erwin Zulfikar

Jawaban:

Selamat pagi Bro Erwin, menanggapi yang disampaikan kepada kami via email tentang keluhan yang ada di sepeda motor Honda Blade. Ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan motor terasa narik ke kanan atau kiri dan bergetar.

Misalnya, poros roda depan bengkok, pelek oleng, pemasangan roda kurang benar, lahar roda aus, fork depan bengkok, kapasitas oli shock tidak sama atau bisa juga karena rangka yang bengkok.

Apakah motor sudah pernah jatuh? Kalau iya, kemunginan ada bagian rangka yang tidak center sehingga roda depan dan belakang tidak center yang akibatnya saat dipakai berkendara akan terasa nge-banting, untuk perbaikannya harus dilakukan press body.

Jadi kami sarankan, dibawa ke bengkel Ahass untuk pengecekan lebih lanjut dan kemudian diperbaiki sesuai kerusakan.

Demikian jawaban saya semoga bermanfaat Bro Erwin, dan tetap safety riding.

Andriyanto-Bintang Motor

PULSER POSITIVE DAN PULSER NEGATIVE

Sepeda motor keluaran pabrikan menganut sensor pick-up coil sebagai sinyal/sensor masukan untuk cdi yang digunakan untuk menentukan titik referensi pengapian. Pada sensor pick-up coil bekerja berdasarkan induksi medan magnet. Dimana apabila lilitan dengan magnet tetap dilalui oleh tonjolan besi maka jarak antara inti magnet dan besi akan menghasilkan besaran fluks tergantung gap antara kedua jarak tersebut yang diilustrasikan oleh gambar 1.

Gambar 1 Gap Sempit dengan Magnet

 Gambar 2 Gap Lebar dengan magnet
Gambar 1 menunjukan jarak antara pulser dengan tonjolan sangat pendek dan gambar 2 menunjukan gap pulser dengan tonjolan lebih lebar. Seperti kita ketahui bahwa fluks magnet akan berubah bila ada perubahan jarak antara gap.
Artinya magnet yang bergerak dengan gap yang berubah-ubah akan menyebabkan perubahan fluks magnet pada pulser. Dengan adanya perubahan flus magnet pada pulser akan menyebabkan perubahan tegangan keluaran pada lilitan. Hasil tegangan keluran pada pulser tampak seperti gambar 3 atau gambar 4
 Gambar 3 Sinyal Pulser Positif

Gambar 4 Sinyal Pulser Negatif
Pada gamabr 3 tampak bahwa seiring putaran magnet pulsa siklus positive mendahului pulsa siklus negative. Sedangkana gambar 4 sebaliknya. Gambar 3 disebut juga pulser positives sedangkan gambar 4 disebut juga pulser negative.
Perbedaan kedua konfigurasi dapat dibuat sedemikian dengan membalik terminal keluaran pulser relative terhadap refrensi 0 atau massa atau ground.
Kedua bentuk sinyal pulser dianut oleh berbagai model motor pabrikan. Bila kabel pulser memiliki 2 buah, akan mudah membalikan polaritas tegangan pulser. Sementara bila kabel dari pulser hanya satu sulit mengubah atau membalikan polaritas pulser.
Bila ingin mengganti CDI salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah polaritas pulser yang dianut model motr yang digunakan, apkah jenis pulser positif atau jenis pulser negatif.
Beberapa sepeda motor yang menganut model  pulser negatif  2  kabel adalah 
  • Satria FU lama 
  • yamaha Byson.
Sedangkan beberapa sepeda motor yang menganut pulser negatif dan 1 kabel adalah
  • Satria FU model baru
  • Suzuki Smsh Titan
  • Suzuki Spin
  • Suzuki Skywave
  • Suzuki Skydrive
  • Honda CBR
Beberapa sepeda motor yang menganut pulser positif dengan 2 kabel adalah, 
  • yamaha Mio
  • Yamaha jupiter Z
  • yamaha Jupiter MX
  • yamaha Scorpio
  • yamaha Vega
  • yamaha F1ZR
Sedangkan beberapa sepeda motor yang menganut pulser positif dengan 1 kabel adalah 
  • Honda blade
  • Honda beat
  • Honda karisma
  • Honda supra 125
  • Honda supra X
  • Honda CS1 
Penulis :

Read more: http://infobalapliarjakarta.blogspot.com/2012/07/pulser-positive-dan-pulser-negative.html#ixzz3z9vjbqug
Sepeda motor keluaran pabrikan menganut sensor pick-up coil sebagai sinyal/sensor masukan untuk cdi yang digunakan untuk menentukan titik referensi pengapian. Pada sensor pick-up coil bekerja berdasarkan induksi medan magnet. Dimana apabila lilitan dengan magnet tetap dilalui oleh tonjolan besi maka jarak antara inti magnet dan besi akan menghasilkan besaran fluks tergantung gap antara kedua jarak tersebut yang diilustrasikan oleh gambar 1.

Gambar 1 Gap Sempit dengan Magnet

 Gambar 2 Gap Lebar dengan magnet
Gambar 1 menunjukan jarak antara pulser dengan tonjolan sangat pendek dan gambar 2 menunjukan gap pulser dengan tonjolan lebih lebar. Seperti kita ketahui bahwa fluks magnet akan berubah bila ada perubahan jarak antara gap.
Artinya magnet yang bergerak dengan gap yang berubah-ubah akan menyebabkan perubahan fluks magnet pada pulser. Dengan adanya perubahan flus magnet pada pulser akan menyebabkan perubahan tegangan keluaran pada lilitan. Hasil tegangan keluran pada pulser tampak seperti gambar 3 atau gambar 4
 Gambar 3 Sinyal Pulser Positif

Gambar 4 Sinyal Pulser Negatif
Pada gamabr 3 tampak bahwa seiring putaran magnet pulsa siklus positive mendahului pulsa siklus negative. Sedangkana gambar 4 sebaliknya. Gambar 3 disebut juga pulser positives sedangkan gambar 4 disebut juga pulser negative.
Perbedaan kedua konfigurasi dapat dibuat sedemikian dengan membalik terminal keluaran pulser relative terhadap refrensi 0 atau massa atau ground.
Kedua bentuk sinyal pulser dianut oleh berbagai model motor pabrikan. Bila kabel pulser memiliki 2 buah, akan mudah membalikan polaritas tegangan pulser. Sementara bila kabel dari pulser hanya satu sulit mengubah atau membalikan polaritas pulser.
Bila ingin mengganti CDI salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah polaritas pulser yang dianut model motr yang digunakan, apkah jenis pulser positif atau jenis pulser negatif.
Beberapa sepeda motor yang menganut model  pulser negatif  2  kabel adalah 
  • Satria FU lama 
  • yamaha Byson.
Sedangkan beberapa sepeda motor yang menganut pulser negatif dan 1 kabel adalah
  • Satria FU model baru
  • Suzuki Smsh Titan
  • Suzuki Spin
  • Suzuki Skywave
  • Suzuki Skydrive
  • Honda CBR
Beberapa sepeda motor yang menganut pulser positif dengan 2 kabel adalah, 
  • yamaha Mio
  • Yamaha jupiter Z
  • yamaha Jupiter MX
  • yamaha Scorpio
  • yamaha Vega
  • yamaha F1ZR
Sedangkan beberapa sepeda motor yang menganut pulser positif dengan 1 kabel adalah 
  • Honda blade
  • Honda beat
  • Honda karisma
  • Honda supra 125
  • Honda supra X
  • Honda CS1 
Penulis :